Thursday, December 4, 2008

puisi: Terperangkap Senja

TERPERANGKAP SENJA

terperangkap senja

terkungkung lara,

meretas jiwa

melarik makna

senja tak lagi ramah

ia memerangkapku dalam kegamangan

aku tak bisa berkutik

aku tak bisa meraba hatiku sendiri

tak bisa bersentuhan dengan jiwaku

dia melumatku tanpa ampun...

aku mencoba beranjak

berlari dengan setengah jiwaku..

tetapi nihil..

senja tetap mencoba menjamahku

dia mengungkungku dalam dilema tak berkesudahan

jogja, awal November 2008

sha

Sunday, October 19, 2008

Perspective

Perspective, pencil on paper..

a sketch about hidden life..
what u see outside is not same as what it is inside..

Monday, October 13, 2008

crowned tree climbing

-crowned tree climbing, water color pencil on paper..

Ambisi berebut mahkota "kedigdayaan" hanya di pandang sebelah mata oleh si penguasa" berhati tak utuh" yang selalu memandang sebelah mata..
Hitam putih kehidupan dtunjukan ketika siapa menguasai siapa dan siapa menguasai apa, sayangnya si pemegang kunci kuasa itu terkadang adalah penguasa "berhati tak utuh"

Crash

-"Crash" color pencil on paper..

Masyarakat modern yang tinggal di kota sibuk dan selalu berpacu dengan waktu terkadang hanya mementingkan urusannya sendiri lantas mengabaikan keselamatan jiwa pemakai jalan yang lain..
Ketika terjadi "accident" manusia-manusia apatis yang sibuk berlalu lalang itu kemudian seakan "menyadarkan diri" mereka sendiri, berteriak mengecam, mengumpat, prihatin atau bahkan main hakim sendiri pada si "salah" tanpa mereka menyadari hal lain, bahwa mereka juga menjadi bagian dari peristiwa itu..

Sunday, October 12, 2008

Hallo Bloggers

Bagi beberapa bloggers yg mampir ke blog saya mungkin agak merasa aneh dengan tema tulisan saya, baik cerpen maupun puisi yang melulu bertema kasih sayang ( saya agak enggan menyebutnya "percintaan" karena terdengar sedikit filosofis ).
Ada banyak tulisan saya yg bertema lain sebenarnya, namun kebetulan baru ini yg berhasil saya "temukan kembali" setelah sekian lama menghilang, maen petak umpet di hardisk komputer saya. Ada banyak ide berkelebatan dan berlarian dalam imaji saya yang kalau saya turuti saat ini juga akan mengalir deras seperti bah dan bisa-bisa membuat saya tertahan di depan komputer selama berjam-jam, siang dan malam. Ada banyak ide bermunculan seperti jamur di musim hujan yang siap untuk di tuangkan dalam postingan-postingan terbaru saya. Maka untuk kualitas dan perbaikan tulisan-tulisan saya ke depan dan demi kemajuan blog "whisper of silence" ini, jangan lupa untuk kasih comment ya...
"Let's start whisper..."

Creative Writing

Tips creative Writing??
Simak ini..

"Menulis dan terus menulis.. sampai kau kehabisan ide"

Tips simple dari seorang sahabat:)
Semoga bermanfaat:)

puisi: Sambut Aku

SAMBUT AKU..
Dia perempuan yang sangat ku kenal..
Ku kenal dengan baik, meski ia tak pernah berujar tentang dirinya..
Ku habiskan seluruh waktuku untuk mengenalnya
hingga aku.. Aku sendiri tak tahu siapa diriku terdalam..

Dia perempuan yang kuat.. perempuan yang tegar..
Ia terlihat rapuh tapi dirinya terdalam adalah sosok yang tangguh..
Dia membuka mataku,menggugah pandanganku
akan arti kasih sayang...
“Bukan rupa bung, tapi hati, karna cinta tidak mengenal rupa, ia hanya mengenal hati, rupa-rupa hati.. Kalau kamu ingin mengenal wanita,kenalilah hatinya, kenalkan juga hatimu padanya, biarkan hati kalian yang bicara...”

Dia mengajariku ketulusan,
“Cinta itu bukan hal yang bersyarat, terima saja apa adanya, apa rupa dan bentuknya ketika hati kalian sudah saling bicara.. Rupa itu bonus, sedangkan hati adalah hadiah utama, hadiah utama tentunya lebih istimewa dari bonusnya. Jadi mau milih yg mana?”

Dia mengajariku untuk berjuang,
“Jangan menyerah, maju terus pantang mundur... Kalau kamu lelah, berhenti sejenak dan biarkan dia menjauh, setelah kuat berlarilah lagi mengejarnya..”

Dia mengajariku tersenyum pada saat terendah,
seperti yang selalu ia lakukan, tersenyum.. senyum tulus penuh pengertian..
“Obati dulu lukamu ketika kamu terjatuh, jangan menangis karena cinta bukan untuk ditangisi.. Bersabar dan tersenyumlah meski terasa pahit, karena rasa pahit itu pasti akan berganti semanis gula.. Coba saja..”

Tapi dia menipu aku.. Menipuku dengan kelembutan tuturnya, dengan kekanakan senyumnya, dengan tingkah cerianya...
Dia bisa sekuat topan dan setegar karang..
“Ah kamu bisa saja.. Untuk apa pamer kalo kita ini tegar, biar saja orang menilai kita lemah, yang pasti dalam diri kita hanya kita yang tahu. Diri terdalam kita adalah rahasia besar yang hanya kita yang boleh tahu, setiap orang punya rahasia kan...”

Ah... kamu sosok yang unik.. Ada banyak perempuan dengan berbagai rupa disekitarku, berkelibasan, datang dan pergi, rupa-rupa muka, rupa-rupa sikap, rupa-rupa hati...
Namun, tak ada satupun rupa hati yang sepertimu, yang mampu menyentuh hatiku dengan ketulusan dan kepolosan sikapmu..
“Yee.. Kamu ini.. Banyak perempuan disekitarmu yang lebih-lebih dari seorang AKU.. Aku harap perempuan secantik mawar, sebaik dan selembut ibumu yang akan jadi pendampingmu kelak, amien...”

Tapi tidak..
Aku tak ingin rupa-rupa wajah yang lain, rupa-rupa hati yang lain..
Karena hatiku telah tertarik pada rupa hatimu dan aku tak menginginkan yang lain..
Apapun.. aku akan tetap disini menanti sampai saat untukku tiba..
Saat dimana kau akan menoleh padaku, melihatku dan berkata..
“Sambut Aku..”

jogja, tengah oktober '08
-farida choirunisa-

(ps.puisi ini terinspirasi dari curhatan seorang teman pria penulis dengan wanita yang didambakannya, bukan pengalaman pribadi penulis dengan seorang wanita:p)